DASAR-DASAR FOTOGRAFI
Aperture(bukaan rana)–– aperture berfungsi sebagai katup yang membatasi jumlah
sinar yang bisa menembus lensa menuju sensor.
Jika jumlah sinar yang dibutuhkan sedikit, maka gunakan aperture
terbesar, begitu juga sebaliknya.
Efek aperture terhadap gambar, adalah DOF (Deep Of Field/ruang
tajam), dimana semakin besar satuan aperture, maka semakin luas ruang
tajam yang diperoleh (juga sebaliknya). Contoh: Jika kita memotret sepuluh
deretan benda berurutan menjauh dimana yang terdekat di beri nomor 1, maka
dengan f/stop 32 dihasilkan ruang tajam dari jarak terdekat sampai terjauh, jadi
dari deret pertama sampai benda ke sepuluh, semuanya tampil tajam di foto.
Sedangkan jika menggunakan f/stop 2.8, dan fokus di arahkan ke benda nomor 3,
maka hanya benda tersebut yang terlihat tajam, sementara benda lainnya terlihat
blur.
Speed –– kecepatan gerakan menutup diafragma atau shutter, ditujukan untuk
memberikan kesempatan lamanya sinar tersebut ““membakar”” sensor. Semakin
lama sensor tersebut ““dibakar”” maka semakin panas dan menyala menjadikan
gambar menjadi lebih terang. Tapi makin cepat sinar tersebut di tutup, maka
semakin gelap gambar yang di hasilkan. Kecepatan shutter, sangat dibutuhkan
manakala kita ingin membekukan gerakan yang sangat cepat, misal memotret
mobil F1 yang sedang melaju kencang.
Namun misal saat memotret romantisme keindahan sebuah kota di malam hari,
maka shutter harus dibuka lebih lama agar sinar dapat membakar dan
melukis keindahan lampu temaram yang ada di situ. Jika foto anda
buram, bisa jadi disebabkan karena shutter kamera anda di set terlalu lambat,
sehingga gerakan subjek foto maupun goyangan kamera yang anda genggam
mengakibatkan foto menjadi buram. Jadi pastikan anda memilih kecepatan yang
cukup, agar foto tetap tajam, kecuali memang ingin mendapatkan efek dinamis
akibat gerakan subjek atau kamera anda. Misalnya foto panning, yang
menggunakan shutter lambat, agar subjek terlihat lebih menonjol dari latar
belakangnya yang blur. Maka disarankan apabila menggunakan speed yang lambat
gunakanlah tripot/penyangga yang lainnya yang dapat membantu tangan anda untuk
menjaga kestabilan dalam memegang kamera.
Iso/Din/Asa -- fungsi iso tersebut adalah untuk
menentukan tingkat kepekaan sensor tersebut terhadap sinar yang diterimanya.
Semakin tinggi iso yang digunakan, maka akan semakin peka sensor kamera
menerima sinar, artinya dengan kepekaan yang lebih tinggi maka efek yang
diperoleh adalah kemampuan kamera untuk memotret dan membekukan gerakan.
Cara kerja ISO pada kamera digital sebenarnya
bukan sensor digitalnya yang lebih peka, tapi cahaya yang diterima oleh sensor
digital di perkuat oleh prosesor kamera, agar sinar lemah jadi tampil cerah. Efeknya
tentu saja membuat warna menjadi lebih pucat, dan muncul bintikbintik
noise atau grain yang muncul akibat proses amplifikasi yang dilakukan prosesor terhadap
informasi data digital yang diterima sensor. Jadi boleh dibilang dampak lain dari
penggunaan iso yang lebih tinggi, adalah munculnya noise, atau butiran pasir yang
merusak kontras warna maupun detil gambar, sehingga fotografer yang ingin
gambarnya tajam, selalu menghindari penggunaan iso tinggi, apalagi fotografer
landscape, pasti akan menggunakan iso paling rendah yang bisa di capai sebuah
lensa.
PASM –– Programmed, Aperture, Speed, Manual.istilah yang muncul
sejak fotografi mulai mengalami otomatisasi, dimana pada badan kamera di
tanamkan prosesor yang mampu ““berpikir”” untuk menentukan komposisi
Apertur+Speed+Iso (ASI) yang tepat agar foto terlihat cerah. Kemampuan ini,
setidaknya membantu fotografer yang tidak ingin terlalu repot merubah parameter
tersebut secara manual. Penjelasan tentang ini dapat dirinci sbb;
·· Programmed –– fotografer Cuma memilih subjek foto, mencari titik fokus, dan
langsung menekan tombol shutter, sementara itu kamera secara otomatis mencari
komposisi ASI yang tepat, agar foto yang di hasilkan tampil cerah.
·· Aperture –– jika mode ini dipilih, maka fotografer berhak menentukan besaran
Aperture yang diinginkan, dan kamera punya kewajiban memilih secara otomatis
S+I yang paling cocok agar foto yang dihasilkan terlihat cerah.
·· Speed –– mode ini, memberikan kesempatan bagi fotografer untuk menentukan
kecepatan yang diinginkan, dan kamera akan menyesuaikan A+I yang tepat agar
hasil foto tampil cerah.
·· Manual –– mode ini menyerahkan segala tanggungjawab pemilihan setting
sepenuhnya kepada sang fotografer, dan kamera tidak bertanggungjawab pada
hasil apapun yang diperoleh saat tombol shutter ditekan.
Selamat belajar!!
(sumbernya.....)